Friday, June 19, 2015

Sekalipun kini aku belum benar-benar pulih, kupastikan padamu bahwa aku baik-baik saja.

Belum Hilang sama sekali. Bila ada kata diatas rasa sakit yang dapat menggambarkan perasaanku saat itu, mungkin bisa kugunakan untuk sekedar menceritakan seberapa terpuruknya aku setelah kehilangan kamu.

Tahukah kamu hai pribadi yang sebelumnya datang dengan segala kebaikan kemudian menghilang tanpa meninggalkan satupun pesan, bahwa tak ada seorangpun yang akan baik-baik saja setelah kehilangan dia yang sebelumnya menjadi tempat hatinya percaya. Begitupun aku.

Sekalipun kamu sendiri tahu aku bukanlah wanita lemah yang mudah tunduk pada masalah, tapi ketika kenyataan membawaku pada luka yang dalam atas perpisahan kita aku benar-benar tidak baik-baik saja. Ribuan doa terlantun melalui mulut dan hatiku, berharap Tuhan Juga adil atas perkara cinta. Dan memberimu sedikit pelajaran berharga bahwa hati ada bukan untuk kamu siksa.

Seandainya waktu dapat diputar ulang, aku tak kan pernah seromantis Alm. ibu Ainun, yang akan meminta tetap diperkenalkan padamu, bahkan dikehidupan kedua. Tidak sama sekali! Sebaliknya bila memungkinkan aku memutar waktuku, aku akan lebih memilih untuk menghindarimu saat hari dimana pertama kali kamu menyapaku. 

Kamu harus tahu, betapa sulitnya aku mencoba bangkit dari keterpurukan dan mengumpulkan serta menata kembali kebahagiaanku dari awal. Mencoba percaya lagi pada diri sendiri. Memulihkan harapan yang sempat mati selepas aku tak lagi dapat mendengar kabarmu. Berusaha untuk sibuk-sesibuknya hingga akhirnya aku bisa lupa bahwa aku dulu pernah lebih sibuk mempertahankanmu daripada membahagiakan diriku sendiri. Sungguh itu sulit, sangat sulit. Padahal kamu sendiri tetap baik-baik saja. Atau bahkan tak pernah merasa kehilangan sebesar rasa kehilanganku.

Sekalipun kini aku belum benar-benar pulih, kupastikan padamu bahwa aku baik-baik saja. Karena aku tahu. bahwa untuk segala sesuatu yang terjadi didunia ini memiliki waktunya sendiri. Kalaupun aku pernah menagis untukmu bukan berarti itu adalah jaminan aku akan menderita selamanya. Tak perlu mengkhawatirkanku. Percayalah, aku sudah mulai terbiasa tanpa kamu, jadi ku mohon padamu untuk tak pernah menyapaku kembali dengan alasan apapun. 

Aku ingin kelak Tuhan menjawab doaku dan menyampaikan salamku untukmu. Terimakasih untuk lukanya hai laki-laki yang tak pernah lagi menganggapku ada. Tak tahukah kamu bahwa karma itu nyata?

Semoga nantinya tak ada seorangpun wanita yang hadir hanya untuk mengacak-acak hatimu kemudian pergi seperti yang kamu lakukan padaku dulu. Dan sekalipun saat ini aku berteman sepi, setidaknya aku tak pernah sepecundang kamu. Aku percaya Tuhan tak pernah tidur. Ada waktu dia akan jawab doaku dan menyempurnakan kebahagiaanku.

Bila kamu membaca ini, ingatlah.. Bahwa aku pernah jadi satu-satunya tempatmu pulang dan memberi dukungan saat tak ada satupun orang yang mempercayai perkataanmu. Aku pernah memberikanmu pundak untuk bersandar. Walaupun tak seberapa tegap, tapi aku pernah sanggup menguatkanmu. Aku pernah memberikanmu pelukan saat kamu meringkuk tak berdaya disudut kamarmu dengan perasaan kecewa pada siapapun yang menghilang dimasa jatuhmu. Aku pernah sekuat itu untukmu.

Maka bila untukmu saja aku mampu, itu artinya aku juga akan sanggup melakukan itu bagi diriku sendiri. Pergilah sejauh kamu mau, aku tak akan pernah menghalangi. Karena bila bukan dari rusukmu aku berasal itu artinya aku tak perlu mati-matian memperjuangkan kebersamaanku denganmu.

2 comments:

  1. You know what, you don't need to count your love for him,
    Jesus count it, love flows away like a pure water.
    Be taft to love, be brave to be hurt, even its so hard.
    Never let him dim your shiny heart
    just because he thinks you don't fit with him.
    Be tough, my girl!
    Ikhlas is the answer of your puzzled.
    😉😘💕💞💖

    Have a great day! 💜

    ReplyDelete
  2. Jiaaahhhh.. Ini bukan tentang guee.. Hahaha
    Gue bukan selalu apa yg gue tulis neng.. Hahaha
    Ini buat postingan di hipwee..

    ReplyDelete