Siang ini aku sempat melihat postingan seorang teman (perempuan) yang memaki betapa sibuk ayahnya mencampuri semua urusannya termaksud jodoh. Aku pernah ada dititik itu. Percayalah. Saat kamu sadar bahwa itu salah, butuh waktu seumur hidup untuk menghapus perasaan bersalahmu. Seperti aku sekarang.
Ayah, papa, bapak, abah, babeh, daddy, father, papih atau apapun sebutanmu bagi dia, dialah satu-satunya laki-laki yang tidak akan pernah sanggup melihat airmatamu mengalir. Dialah orang yang paling bahagia saat kamu mulai hadir dan tumbuh dalam rahim ibumu. Mengusap perut ibumu, untuk merasakan bahwa kamu ada disana. Hidup, tumbuh, bergerak dan sangat dicintainya. Dia menanti dengan cemas saat ibumu bertaruh nyawa menghadirkanmu kedunia. Dia yang membesarkanmu dengan segala yang dimilikinya. Cinta, kasih sayang, waktu, harga diri, tenaga, materi semua dia curahkan hanya untuk dapat selalu melihatmu dalam keadaan baik dan bahagia.
Dia yang selalu menganggap gadis kecilnya harus selalu dilindungi. Didepanmu dia memang tidak pernah mau menangis. Karena dia tahu dia harus jadi pribadi yang kuat, tegar dan gagah saat menghadapi masalah yang terjadi denganmu. Dia sadar bahwa dia harus tetap jadi rumah yang kokoh untuk menyambutmu pulang saat kamu mulai menjauh darinya.
Dia mungkin membentakmu saat kamu melakukan kesalahan. Tapi percayalah dia tidak membencimu. Dia hanya tahu bahwa diluar sana ada banyak hal yang sangat membahayakan untukmu. Dan dia tahu bahwa diluar sana tidak ada yang mampu dipercaya untuk menjagamu dengan sepenuh hati selain dirinya sendiri.
Dan saat kamu mulai memilih teman kencanmu dia mulai merasa khawatir. Dia mulai mengintip dari balik jendela saat teman priamu mengantarmu pulang kerumah. Memastikan bahwa kamu pulang dalam keadaan baik. Dan saat pria itu menemui ayahmu untuk memintamu menjadi bagian dari hidupnya. Ayah mulai memasang sikap dingin dan banyak bertanya. Dia hanya sekedar ingin menandakan bahwa tidak mudah untuk mengambilmu darinya. Karena dia tahu hal yang tidak mudah diraih berarti istimewa. Dan kamulah hal istimewa yang dimiliki kemudian harus dilepaskannya. Percayalah, apapun yang dilakukannya, dia hanya ingin memastikan bahwa dia akan menyerahkan putri kecilnya ketangan pria yang tepat.
No comments:
Post a Comment